Salah satu alasan yang melatar belakangi orang tua memilih homeschooling bagi pendidikan anaknya adalah karena untuk mengembangkan potensi/bakat dan minat anak. Mereka ingin pendidikan anaknya berfokus pada kecerdasan alami anak dalam suatu bidang dan mengembangkannya untuk karir masa depan mereka. Dengan homeschooling akan sangat leluasa memilihkan kurikulum yang sesuai dengan tujuan pendidikannya. Mereka dapat memilih pelajaran apa yang harus diberikan untuk menunjang potensinya dan meninggalkan mata pelajaran yang tidak diperlukan.
Namun ada juga orang tua yang tetap mendukung pengembangan potensi buah hatinya dengan berbagai kegiatan ekstra (les, kursus, kompetisi), namun juga tetap memilih sekolah.
Dalam sebuah tayangan televisi yang meliput tentang aktivitas kursus anak, ada liputan tentang seorang anak yang sangat suka dengan kegiatan les/kursus, di luar kegiatannya di sekolah. Setiap hari dia berangkat dari rumah jam 5 pagi untuk les, kemudian sekolah, dan sepulang sekolah les lagi hingga malam. Namun anak ini sangat menyukai segala aktivitas yang dilakukannya itu. Bahkan saat sang orang tua yang menawarkan untuk mengurangi jadwal lesnya, si anak menolak. Wow bener-bener hebat ni anak.
Saat melihat betapa senangnya anak tersebut belajar tentang segala sesuatu, saya berpikir alangkah beruntungnya anak tersebut jika memilih pendidikan alternatif homeschooling. Suatu cara belajar yang akan menunjang pengembangan potensi kecerdasannya secara optimal. Si anak tidak perlu menghabiskan waktu 7 jam di sekolah. Si anak bisa memilih pelajaran yang diperlukan saja untuk mengembangkan bakatnya, bisa hanya memilh pelajaran yang akan diujikan dalam UNAS saja dan selebihnya memilih pelajaran atau aktivitas yang relevan dengan minat atau bakatnya. Dan dengan memilih berhomeschooling si anak bisa mengembangkan kemampuan sosialisasinya dengan berinteraksi bersama orang-orang dari berbagai level umur, kemudian masih mempunyai waktu bermain bersama teman sebayanya saat mereka selesai sekolah. So fun pastinya. Ah kan bukan anak saya, terserah ortu n anaknya aja dong....(sok ngatur)
Masih banyak orang tua yang tidak menyadari tentang kelebihan homeschooling. Homeschooling sangat berpihak kepada pendidikan anak secara menyeluruh, pendidikan yang bukan melulu akademis, pendidikan yang mencakup segala hal yang diperlukan seorang anak untuk bisa menjalani hidupnya di masa depan. Mindset masyarakat masih menganggap bahwa namanya pendidikan itu ya harus ditempuh melalui jalur sekolah, bukan malah mengeluarkannya dari sekolah. Mereka lupa bahwa seorang anak disekolahkan adalah untuk mempersiapkan masa depannya. Dan masa depan itu tidak cukup dengan terjaminnya seseorang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, karena kehidupan sebenarnya bukanlah di tempat kerja, melainkan di masyarakat. Karena menganggap sekolah sebagai lembaga pendidikan yang tak tergantikan, kebanyakan masyarakat menganggap pendidikan alternatif seperti homeschooling (yang sudah direstui pemerintah) sebagai model pendidikan yang aneh, neko-neko, dan nggak penting banget.
Silahkan dipikirkan dan direnungkan apakah homeschooling itu penting atau tidak bagi pendidikan anak-anak Anda. Cerita tentang anak di atas mungkin bisa menjadi ilustrasi. homeschooling adalah pilihan, bukan keharusan apalagi harga mati. Begitu pun dengan sekolah. Pilihan untuk sekolah atau homeschool adalah pilihan masing-masing keluarga. Bagi yang sudah mantap dengan pilihan HS, janganlah merendahkan mereka yang sekolah. Bagi yang memilih sekolah, jangan menganggap aneh atau mencibir mereka yang HS. Dengan sistem apa pun anak-anak kita belajar, yang tidak boleh dilupakan adalah kita sebagai orang tua harus tetap mengambil peran dalam pendidikan anak-anak kita. Pendidikan nilai, karakter, dan life skill harus diterapkan. Dan bila di sekolah anak kita hal tersebut kurang mendapat perhatian, di situlah peran kita.









