Saya awalnya kaget ketika mendengar sang pembicara sebuah seminar tentang homeschooling mengatakan bahwa sejarah homeschooling berawal dari para raja zaman dahulu. Masak sih para raja homeschooling?? Selanjutnya bapak pembicara menjelaskan ....bla bla bla......
Ya bila kita pandang dari segi proses belajar memang kita jadi paham bahwa para raja menghomeschoolingkan putra-putrinya, para pangeran mahkota dan para putri. Masa ada raja yang menyekolahkan anaknya di sekolah rakyat. Mereka tentu sangat mengutamakan pendidikan bagi calon pengganti tahta kerajaan. Dan untuk menghasilkan calon raja di masa depan sudah pasti sang raja akan membuat program pendidikan yang sesuai dan mendukung perannya itu. Dan tentu itu diperoleh tidak di sekolah rakyat tapi dengan pendidikan khusus ala kerajaan.
Biasanya sang raja akan mencarikan guru khusus untuk anaknya yang tentu saja qualified, dan akan mengatur pelajaran apa saja yang layak diberikan. Dalam hal ini sang raja sudah memilihkan jalur pendidikan yang benar-benar diperlukan untuk karir masa depan putranya. Namun tentu saja keputusan seorang raja untuk memilihkan program pendidikan sang anak harus sesuai dengan bakat dan minat anak itu. Kalau sang anak tidak suka di jalur pemerintahan dan lebih suka jalur pendidikan ilmu pengetahuan (sebagai ilmuwan), tentu tidak bijak bila harus memaksakan kehendaknya. Ah tapi itu mah urusan mereka. Yang ingin saya kemukakan dalam tulisan kali ini hanyalah tentang sejarah homeschooling.
Meskipun orang zaman dahulu tidak memakai istilah homeschooling tetapi dalam prakteknya mereka menerapkan prinsip-prinsip homeschooling. Homeschooling hanya sebuah istilah. yang terpenting bagi kita adalah menerapkan cara belajar yang benar-benar tepat dan sesuai dengan prinsip belajar long life education.







