free month

Haaii...it's..

 

Merumuskan Kembali Konsep Pendidikan Kami

Jumat, 10 Mei 2013


Saatnya bangkit!!! Setelah beberapa waktu tenggelam sebagai Desperate Homeschooler yang sangat menyita pikiran dan perasaan, saya putuskan untuk bangkit. Menyesali kenyataan bahwa akhirnya kami harus berhenti homeschool dan kembali ke sekolah tidak boleh lagi diperpanjang. Berdamai dengan hati dan keluarga, itulah pilihan terbaik saat ini. Dan mulai lagi merumuskan kembali konsep pendidikan kami.



Untuk saat ini, dengan mempertimbangkan berbagai hal, kami memilih untuk mengambil manfaat dari school dan homeschool sekaligus. Jadi sekolah iya, belajar asik-asik di rumah juga iya. Aisyah menyukai ide itu. Memperkenalkan dua model sistem pendidikan (formal dan non formal) kepada anak adalah ide yang bagus, jadi anak bisa mengenali kelebihan dan kekurangan, mana yang lebih enak dan cocok baginya untuk dijalani. Untuk ke depannya, dia bisa memilih, menjalani salah satunya atau keduanya. Yang kami tekankan saat ini adalah mengambil manfaat sebesar-besarnya dari keduanya.


Jika dulu saat homeschool kami bisa memilih apa saja yang menjadi concern kami, sekarang paling tidak harus mengikuti standar yang telah ditetapkan sekolah yang kami pilih nanti. Hmm, berarti memilih sekolah itulah yang harus menjadi perhatian utama.


Meski saya sangat menginginkan homeschool, sebenarnya sebelum benar-benar memutuskan untuk HS kami juga masih mempertimbangkan sekolah sebagai pilihan pertama. Tapi karena waktu itu setelah melakukan survei sekolah-sekolah di Surabaya tidak menemukan kecocokan, akhirnya HS menjadi pilihan. Wah masa sih ga ada satu pun sekolah yang cocok, emang sekolah macam apa yang dicari? Barangkali itu yang menjadi pertanyaan beberapa orang. Namanya juga tentang kecocokan, cocok itu relatif banget, bukan cuma pertimbangan baik buruk, tapi cocok atau tidak.


Kami bukan orang tua yang cukup baik, tapi menginginkan anak-anak kami menjadi jauh lebih baik daripada kami. Karena itu pilah-pilih sistem pendidikan wajar kan....


Jika harus menitipkan pendidikan anak pada sekolah, paling tidak ada beberapa hal mendasar yang membuat kami ikhlas, ada keunggulan sekolah itu yang benar-benar sayang untuk dilewatkan. Kami mencari sekolah yang pendidikan aqidahnya kuat, bukan cuma di tingkat hafalan saja, tapi juga penerapannya dalam kehidupan belajar di sekolah, cara gurunya menanamkan ke siswa, dan yang terpenting guru-gurunya sendiri secara performance pantas dijadikan teladan. Kedua, sekolah itu menanamkan kedekatan dan kecintaan pada Qur'an, lebih spesifik lagi ada pelajaran hafalan Qur'an (tahfidz). Saat di Surabaya saya menemukan yang demikian itu ada pada lembaga homeschooling (flexi school) dan komunitas  homeschooling. Jadi kami merasa lebih cocok menempuh HS dan bergabung dengan komunitas HS.


Sekarang di Semarang dan kembali ke sekolah. Maka kami tetap pada konsep dasar pendidikan kami, yaitu mencari sekolah islam yang basic penanaman aqidahnya kuat, ada program hafalan qur'an, gurunya baik-baik dan super sabar. Tiga hal dasar itu saja yang paling utama, sebagai pedoman mencari sekolah baru bagi anak kami. Akankah kami menemukannya.....(to be continued)

Temukan Inspirasi Yg Anda Suka:

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner