free month

Haaii...it's..

 

Maunya School dan Homeschool

Sabtu, 11 Mei 2013


Awal program homeschool kami berjalan kurang lancar. Baru berjalan, kurang lancar pula. Sebenarnya yang saya maksudkan sejak anak kami Aisyah tidak mendaftar ke SD, itu yang saya sebut sebagai awal. Meski sebenarnya sejak dulu juga sudah homeschool (entah pantas disebut HS atau tidak), karena mayoritas waktu belajar anak-anak memang bersama saya di rumah, dan kemajuan-kemajuan perkembangan kemampuannya pun banyak dicapai melalui kegiatan belajar di rumah daripada di sekolah PAUD dan TK yang hanya 1 dan 3 jam.


Baiklah, sejak awal mulai HS, kondisi keluarga kami sedang kurang baik. Abinya anak-anak pindah kerja ke Semarang, sementara kami di Surabaya. Saat mempertimbangkan HS saya sudah mempertimbangkan apa saja yang kami miliki di sini dan daya dukung HS di Surabaya. Dan sangat menggembirakan karena komunitas Islamic HS di sini cukup solid, bisa diandalkan sebagai tempat share dan belajar bersama. Anak-anak seneng ketika saya ajak berkumpul dengan teman-temannya sesama HSer. 

Dan faktor kepindahan Abinya itu mempengaruhi banyak hal, terutama proses HS. Laptop dan modem yang memang masih punya satu ikut kebawa kerja, padahal itu juga merupakan instrumen penting dalam HS. Kemudian saat kami harus pindah ke Ponorogo agar lebih dekat dengan Semarang, faktor pendukung lain jauh dari jangkauan kami, yaitu komunitas IHS. Jadi deh HS kami berlangsung agak memprihatinkan. Tanpa komunitas, tanpa koneksi internet, cuma berteman buku-buku, jadinya malah mirip les privat. Untungnya selama beberapa bulan itu kami tinggal di desa, jadi eksplorasi lingkungan alam sekitar bisa dijadikan bahan belajar yang tak kalah menyenangkan.

Merasa kurang bisa memberikan pembelajaran yang optimal kepada anak, dan rasa khawatir anak merasa bosan, akhirnya saya memutuskan untuk bertanya ke Aisyah, sekaligus sebagai evaluasi HS selama ini. Cukup 2 pertanyaan, dengan hati-hati saya menanyakan,
 "Aisyah suka mana, sekolah atau homeschooling?"
Jawab Aisyah: "Sekolah sama Homeschooling" 
"Trus, kakak maunya pilih mana, sekolah apa homeschooling?"
Jawabnya: "Maunya sekolah sama homeschooling"
Duh gimana ni anak, disuruh milih malah semua dipilih. Oke deh cukup dulu nanya-nanyanya, lain waktu dilanjutin.

 Dan beberapa hari kemudian saat saya tanya pertanyaan yang sama, jawabnya....tetep sama. Kali ini malah dengan nada teriak ngejawabnya, itu artinya dia tak mau dipaksa suruh milih, maunya dua-duanya, maunya dia berangkat ke sekolah untuk belajar sama guru dan punya banyak teman,,,,dan sampai di rumah belajar-belajar lagi sama Ummi, belajar sebagaimana biasanya belajar sesuka hati, belajar apa saja, mulai dari baca buku, gambar-gambar, bikin-bikin, ngegame, youtube-an, hafalan, nulis-nulis, nanem-nanem, utek-utek dapur, de-el-el.

Well, baiklah anakku, jika itu memang maumu. Saatnya kami, orang tuamu merumuskan kembali konsep pendidikan buatmu.

Temukan Inspirasi Yg Anda Suka:

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner