Setelah berhasil mencobakan belajar menghafal Qur'an dengan mendengarkan suara tartil dari Taha Al-Junayd, saya mencari cara untuk menilai hafalan Aisyah. Ternyata tidak mudah untuk mengetes kemampuan hafalannya. Sebenarnya saya cukup tau kalau Aisyah sudah menghafalnya, tapi biasanya saya hanya mendengarnya ketika dia menghafal saat bersamaan dengan dia mendengar murottal. Jadi tidak bisa memastikan apakah dia benar-benar bisa menghafalnya sendirian atau tidak. Pasalnya saat saya minta dia menghafal, dia mengatakan tidak hafal kalau sendirian, dan Aisyah malu-malu plus kadang sulit diajak serius saat tes hafalan, atau malah kadang banyak acara senyum-senyumnya yang membuat konsentrasi buyar.
Cukup lama saya gagal meminta Aisyah untuk tes hafalan. Akhirnya saya teringat cara yang digunakan di TK SALWA Surabaya untuk mengevaluasi hafalan santri-santrinya, yaitu dengan teknik recording. Caranya yaitu dengan meminta anak menghafal dan hafalannya itu direkam melalui handphone. Jadi nanti ustadzah bisa mereview lagi tingkat hafalan santrinya dan bisa melakukan perbaikan atau penilaian dari hasil rekaman tersebut.
Saya komunikasikan cara itu dengan Aisyah, dan alhamdulillah dia setuju. Tapi kalau di TK Salwa anak menghafal langsung di depan ustadzahnya sambil direkam, saya membiarkannya merekam sendiri hafalannya. Jadi saya cukup mengajarinya cara merekam dengan hp, dia bebas merekam hafalannya kapan saja dan di mana saja (sembunyi-sembunyi)
Ternyata cara ini cukup efektif dan disukai Aisyah. Dia jadi bersemangat menghafal (catetan:Aisyah sebenarnya hafalannya masih sedikit banget. Ini terutama karena umminya ga pinter n kurang pede plus ga istiqomah
).
Hasil rekaman selain bisa bermanfaat untuk mengevaluasi hafalan juga bernilai sebagai authentic assessment (penilaian yang sebenarnya), yaitu sebagai portofolio audio yang sangat berguna untuk memantau progress belajar anak. Penilaian yang autentik seperti ini juga bisa meminimalisir rasa tidak nyaman anak. Coba bandingkan bila evaluasi selalu dengan cara-cara konvensional di mana tidak jarang akan menimbulkan ketegangan atau bahkan stress pada anak.
So, let's be craetive Mom!







