free month

Haaii...it's..

 

Islamic Homeschooling Surabaya

Sabtu, 17 Desember 2011

Hari ini saya mengunjungi salah satu Islamic Homeschooling (IHS) di Surabaya, masih dalam rangka misi penjelajahan  road to homeschooling, mempersiapkan diri menjadi keluarga homeschooling.
Petualangan saya ini berawal ketika saya mengikuti seminar IHS di Surabaya yang kemudian mendorong saya untuk mengunjungi para homeschooler untuk share tentang dunia HS yang telah dijalaninya.
Dari pertemuan saya dengan para HSer itulah saya akhirnya tahu bahwa telah banyak keluarga yang telah memilih HS untuk putra-putrinya. Bahkan telah ada IHS majemuk yang merupakan kelompok/komunitas keluarga HS, mereka bekerja sama saling bantu dalam penyelenggaraan pembelajaran bagi anak-anak HS.
Ada sekitar 6 keluarga yang telah aktif bergabung. Komunitas IHS ini mengadakan kegiatan bersama secara rutin untuk aktivitas-aktivitas tertentu seperti berenang, workshop menulis, klub hafalan, dan robotika. Sementara kegiatan utama HS sendiri yang berupa kegiatan belajar sehari-hari dilakukan di rumah masing-masing. Namun ada juga HSer yang setiap hari datang ke sini untuk belajar bersama.

 Oh ya, yang sedang saya bicarakan ini adalah IHS yang berada di daerah Ngagel, bertempat di TK SALWA. Selain taman kanak-kanak di tempat ini juga ada course dan homeschooling. Sebenarnya ada satu lagi kelompok IHS di Surabaya  yang saya ketahui, yaitu SANGGAR QORINA di daerah Kebraon. Semoga di lain kesempatan saya bisa mengunjunginya.

Kembali ke IHS SANGGAR EL-HAQ. Prioritas IHS ini adalah tahfidz qur'an, menghafal Qur'an dilaksanakan setiap hari. Saya mendapatkan pelajaran berharga dari Ummu Faiz tentang bagaimana cara beliau menerapkan cara menghafal yang efektif. Beliau menggunakan alat bantu berupa Qur'an dan pensil yang bisa membacakan ayat yang ditunjuk (namanya saya tidak tanya, sebut saja e-pen ya). Jadi ada Qur'an yang diterbitkan oleh TIGARAKSA dan SYAMIL yang dilengkapi dengan e-pen ini. Ketika kita ingin membaca surat al-baqoroh ayat pertama misalnya, kita tinggal "mencoretkan" pen ini pada sampul Qur'an (soalnya selain sebagai sensor baca untuk Qur'annya juga bisa untuk IQRO'nya, tentunya dari penerbit yang sama), lanjutkan dengan "mencoret" halamannya, baru kemudian "mencoret" ayatnya. Sensor bacanya untuk IQRO' memang bisa per kata, tetapi untuk Qur'an per ayat. Jadi kalo kita menunjuk sebuah kata pada akhir ayat pertama, maka bunyi yang keluar dari e-pen adalah satu ayat penuh ayat pertama itu.

Keuntungan menggunakan qur'an model ini bagi anak adalah anak bisa mendengar langsung suara bacaan tartil dari native speakernya sehingga bisa menirukan intonasi tartil yang baik. Mendengarkan langsung suara dalam belajar menghafal memang suatu metode yang tepat (metode audio) dan akan mempermudah mengingat. Bagi anak yang lebih besar cara ini bisa untuk belajar menghafal secara mandiri, orang tua atau ustadz tinggal mengecek hafalannya saja. Bagi pendidik sendiri alat ini bisa untuk mengontrol tajwid anak.

Pada kesempatan ini saya juga menanyakan bagaimana cara mensupport anak-anak agar mau istiqomah menghafal qur'an. Putra beliau (Faiz 6,5th) telah hafal juz 30 dan sekarang sedang menghafal juz 29 (ehm jadi malu, anak saya yang sebaya baru hafal surat-surat pendek. Niat, keyakinan, kesungguhan, dan keistiqomahan orang tua adalah modal mendasar jika ingin mengantarkan putra-putri kita menjadi seorang hafidz. Dan saya,,,,,masih pada level Niat. Ya Alloh mudahkanlah jalan kami). Beliau menceritakan bahwa setiap hari Faiz menghafal 14 ayat, dibagi 2 ayat tiap kali setor hafalan. Jadi mulai pagi bangun tidur menghafal 2 ayat kemudian jeda secara teratur beberapa jam hafalan lagi, begitu seterusnya hingga telah menjadi kebiasaan. Apakah anak tidak bosan? Ya tentu saja ada masa bosannya, tetapi Ummu Faiz yang lembut, telaten, dan sabar terus memotivasinya agar tetap bersemangat menghafal Qur'an, agar di sayang Alloh, agar jadi anak sholih, agar nanti di surga diberi mahkota....begitulah sang ummi selalu mengingakan. Dan tak lupa yang terutama adalah tidak henti-hentinya mendo'akan untuk si buah hati. Subhaanalloh

Itulah sedikit catatan perjalanan saya dalam menelusuri jejak IHS di Surabaya. Semoga bisa membantu sebagai referensi khususnya untuk ummahat yang ada di surabaya yang berminat menyelenggarakan homeschooling. Selain IHS yang ada di Ngagel, saya juga pernah mengunjungi anggota komunitas ini yang menyelenggarakan IHS secara mandiri di rumahnya, yaitu di daerah Kapas Madya dan Simolawang.

Temukan Inspirasi Yg Anda Suka:

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner