image from www.mayviews.blogspot.com
Cara belajar dalam homeschooling sangat bersahabat dengan anak. Itu karena sifatnya yang fleksibel dan bisa dikondisikan dengan segala situasi dan keadaan anak. Di manakah letak fleksibilitasnya? Berikut ini gambarannya:
- belajar bisa di mana saja, tidak monoton di dalam ruangan atau terbatas di balik tembok sekolah
- belajar bisa kapan saja, bisa dimulai sejak bangun tidur hingga tidur lagi, tidak perlu menunggu bel berbunyi dan harus selesai saat bel berbunyi lagi
- mulai belajar dari tema yang paling diminati, jadi tidak harus dari awal bab
- cara belajar bisa disesuaikan dengan gaya belajar anak, jadi misal yang bergaya belajar kinetik bisa langsung praktek tidak harus duduk manis
- tidak harus persis mengacu pada kurikulum, tapi lebih menekankan untuk belajar menjalani hidup, kurikulum resmi hanya sebagai standar minimal
- bisa belajar sambil masak, berkebun, sambil bermain, belanja, jalan-jalan atau aktivitas yang lain
- saat tidak tau bisa langsung tanya ke orang tua atau googling, pertanyaan tidak dibatasi, batasnya adalah sampai rasa ingin tau terpuaskan
- saat belajar tidak perlu pake seragam
- bisa milih buku sumber belajar sesuka hati, tidak terpaku pada buku paket/modul/diktat yang membosankan
- saat ingin tau tentang sesuatu bisa benar-benar fokus mempelajarinya, tidak harus membagi-bagi jadwal untuk belajar hal lain yang membuat pemahaman dan konsentrasi terpecah-pecah
- belajar bisa dengan cara yang diinginkan anak, kalau mau belajar dengan cara menggambar, menulis, membuat diagram, atau membuat craft maupun proyek, sah-sah aja
- belajar tanpa beban keharusan mendapatkan nilai bagus, tetapi untuk mendapatkan pengetahuan dan mengasah rasa ingin tau






