free month

Haaii...it's..

 

Siap Menghadapi Perang Opini Tentang Homeschooling

Minggu, 18 Desember 2011


Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh orang tua HS adalah kesiapan untuk menjelaskan tentang HS yang dijalaninya kepada orang lain, baik kepada keluarga maupun masyarakat luas. Ya karena ketika kita memutuskan untuk HS tantangan dan rintangan akan menghadang, pro kontra akan ditemui dan semua itu harus dihadapi.

Yang harus disiapkan adalah memilih sikap yang baik dan membangun argumen yang kuat. Sikap yang baik diperlukan untuk mengesankan bahwa kita memang beritikad baik memberikan penjelasan dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap perbedaan pilihan masing-masing kita dalam memilih jalur pendidikan (sekolah atau HS). Selalu ingatkan diri kita bahwa HS itu merupakan sebuah pilihan, bukan keharusan. Kita memilih HS karena dalam beberapa alasan memang cocok  dengan model pendidikan ini. Sementara orang lain belum tentu cocok. Bukan berarti dengan maraknya HS semua orang harus berbondong-bondong mengeluarkan anak mereka dari sekolah dan diHSkan. Oww tidak, seseorang yang memilih HS karena alasan yang kuat, memikirkannya secara mendalam sebelum memutuskan. Karena semua itu taruhannya adalah pendidikan anak, masa depannya.

Dalam memilih sikap yang tepat ini kita bisa belajar dari para da'i atau agen asuransi barangkali. Bersikaplah rendah hati, sabar, terkontrol. Da'i yang baik akan selalu welcome dengan semua pertanyaan, mau menjelaskan dengan terbuka, apa adanya, santun, agar si penanya dapat mengerti dengan baik, tak peduli si penanya pada akhirnya suka atau tidak suka, mau mengikutinya atau tidak. Karena yang terpenting baginya adalah menyampaikan kebenaran. Begitu pun dengan agen asuransi, selalu tersenyum dan sabar meski mau diprotes, dicuekin, bahkan ditolak mentah-mentah. Kita bisa mencontoh sikap mereka, terutama dalam hal mengontrol emosi. Tapi lebih enaknya di kita, kita tidak perlu secara sengaja berdakwah seperti para da'i untuk menyeru orang-orang berHS, atau mencari klien ke sana ke mari dan "menjual" HS  seperti agen asuransi. Kita hanya perlu meyiapkan diri saat kita harus menghadapi berbagai tipe orang yang tentu akan bermacam-macam reaksinya saat tahu kalau kita HS. Bagaimanapun HS itu masih paradigma baru gitu di Indonesia, apalagi di kampung kita. Apalagi HS itu menyangkut hajat hidup anak yang urgen yaitu pendidikan dan masa depan. Jadi memang tak ada salahnya kita mempersiapkan diri menghadapi itu semua (perang opini).

Yang juga tak kalah penting adalah mempersiapkan argumen yang kuat tentang latar belakang kita memilih HS. Argumen kita mungkin terasa pas untuk kita pribadi, tapi belum tentu bagi orang lain. Sulit sekali loh bagi orang awam berpikir "kok sekolah di rumah", kebanyakan mereka berpikir "yang namanya sekolah ya di sekolah". Komentar yang bernada sinis dan skeptis bisa langsung membuat kita jengkel, apalagi jika disampaikan secara sarkastis, duh sadis banget. Apalagi yang bersikap seperti itu orang yang lebih tua, lebih senior, lebih pintar. Bisa down kita sebelum menjelaskan apa-apa. So take a breath....ingat tips saya tentang sikap seperti yang kita bicarakan di atas. Kontrol diri atau kita akan semakin "dibantai".

Untuk bisa menjawab segala bentuk pertanyaan tentang HS kuncinya adalah kita harus pinter dulu. Banyak-banyaklah belajar tentang HS sebelum mengkampanyekan diri sebagai HS. Memang dalam perjalanan kita menuju homeschooler atau sebagai homeschooler mungkin saja akan ada hal-hal yang tidak kita duga sebelumnya akan mempengaruhi keputusan kita untuk HS. Mungkin ada yang sebelumnya kurang kita mengerti risikonya atau hal-hal lain berkaitan dengan kesiapan anak dan keluarga kita dan sebagainya. Karena itulah kita perlu rendah hati mensikapinya. Bisa saja nanti ada pertanyaan atau statemen keberatan orang yang menjadi umpan balik bagi kita untuk merefleksi ulang tentang kesiapan kita untuk memilih HS.

So...
Jangan langsung bertaring kalau ada yang kontra....
Jangan langsung down kalau ada yang menjatuhkan....
Jangan langsung tersanjung kalau ada yang mendukung...
Be WISE and SMART....
Semoga Alloh Azza wa Jalla membimbing kita dalam mengambil keputusan tentang ini
Semoga Alloh Azza wa Jalla membimbing kita dan memudahkan jalan kita menjalani semua ini
Amin

HS bukanlah satu-satunya jalan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak kita. Jika sulit mewujudkan total HS masih bisa semi HS atau afterschooling ya istilahnya


Temukan Inspirasi Yg Anda Suka:

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner