Berikut ini beberapa macam reaksi orang saat tahu kita memilih pendidikan alternatif homeschooling:
1. Skeptis cenderung sinis, bahkan sarkastis
Orang yang saya maksud adalah jenis orang yang begitu mendengar kita HS langsung angkat bicara, menyatakan pendapatnya yang kebanyakan negatif tentang HS. Mereka terus saja bicara kekurangan HS tanpa memberi kita kesempatan untuk menjelaskan. Kalau pun memberi kita kesempatan untuk berargumen, mereka cenderung tidak mau mendengarkan bahkan terus menyambar dengan perkataan lain yang bertujuan untuk menjatuhkan kita. Masak ada sih orang model gini??? Wooo jangan salah, buanyyak. bahkan bisa jadi orang yang seharusnya kita hormati, orang yang lebih tua biasanya.
Orang jenis ini tidak perlu terlalu ditanggapi secara serius. Akan menguras energi dan emosi jika kita menanggapinya. Just keep smile aja, mau nggak suka ya ngaak papa. Mau diterangin panjang lebar juga nggak ada gunanya. Kalau mau menanggapi pilihlah statement yang singkat tapi ampuh, langsung skak mat. Kalau statemen kita sudah skak mat tapi tetep tidak mau mengakui, ya diemin aja. Ada orang-orang tertentu yang emang loadingnya lambat, biasanya ngehnya setelah beberapa lama. Atau orang yang saking angkuhnya tidak mau mengakui. Sabar...sabar..
2. Ingin tahu/penasaran
Ini jenis orang yang menyenangkan. Kita bisa menjelaskan banyak tentang HS. Tapi jangan hanya menjelaskan kelebihannya saja, kekurangan dan risikonya juga. Dalam menjelaskan jangan menyudutkan peran sekolah, kita sampaikan secara obyektif meskipun akhirnya menyudutkan juga (loh...). Maksudnya ya obyektif tadi, HS ada kurang ada lebihnya, sekolah pun demikian, jangan disebutkan kekurangan saja tanpa menyebut kelebihannya.
3. Sudah tahu HS tapi bukan menjadi pilihannya
Ada orang yang sudah tahu HS tetapi karena beberapa sebab, misal ketidaksanggupan orang tua atau anak, faktor idealisme, dll tidak memilih HS dan memilih sekolah. HS memang pilihan pendidikan yang baik tetapi belum tentu sesuai untuk semua orang. Kita hidup memang tidak selalu sama kondisinya.
4. Sudah mempraktikkan HS dan mensupport kita
Ini lebih menyenangkan lagi. Kita bisa saling berbagi pengalaman tentang praktik HS. Dan mengingat keluarga HS masih belum banyak (1 dari sekian ribu keluarga saya rasa), bertemu keluarga HS terasa menemukan keluarga dan sahabat baru.






