free month

Haaii...it's..

 

Pendaftaran Siswa SD: Ngantri Kursi Sejak Jam Tiga Pagi

Kamis, 13 Januari 2011

 03.30 A.M, di luar rumah terdengar suara ribut sekali, seperti ada sekumpulan orang yang berbincang di pagi buta. Suara itu dari sekolah SD di depan rumah. Anak-anak SD mau study tour, kata Bapak, Oooo...

Jam 6 pagi, suara-suara di sekolahan makin ribut, sepertinya makin banyak anak yang datang. Lho, jam segini masak belum berangkat juga? Biasanya acara tour sekolah berangkat jam 3 pagi, apa ada masalah?

Jam 7 pagi si kecil Faris narik2 tangan ngajak ke luar rumah, biasa lah...maen bola. Pintu dibuka.....di sekolah ada puluhan ibu-ibu membawa map, banyak pedagang makanan (padahal ini kan liburan sekolah), sepeda motor berjejer di sepanjang jalan. Oalaaah...tanya sana tanya sini ternyata pendaftaran sekolah.
Lhaaa...bukannya sejak sebelum shubuh mereka berkumpul di sini??!!!

Karena masih tidak percaya dengan kenyataan kalo ternyata ndaftarin sekolah anak tu harus "isuk mruput" saya coba tanya-tanya, berdesakan dengan ibu-ibu mencoba mewawancarainya. Nah tu ada tetangga yang juga ngantre, katanya dia di situ berdiri sejak jam 3 pagi, dapet antrian nomer 10. Weleh...weleh...weleh... Ada seorang ibu yang mengatakan kalo tahun lalu waktu mendaftarkan anaknya di SD lain, suaminya menginap di sekolah sejak jam 5  sore sehari sebelum pendaftaran, dan tentu saja dia tidak sendirian...WHATTT!!!

Kok bisa sih segitunya... Ketika saya tanya mengapa kok sampe segitu nekatnya (maksudnya gigih berjuang ngantre)....ya karena kalo nggak cepet ya nggak dapet. Kenapa nggak pake nomor antrian (sekolah memfasilitasi gitu)....karena mereka nggak percaya, takutnya nanti digeser-geser gitu.

Dan sodara-sodara, apakah setelah berjam-jam antri berarti semua beres, kursi sekolah buat anaknya telah pasti ada didapat?
Beberapa saat setelah pendaftaran dibuka....ada yang pulang karena tidak membawa KSK, ditolak karena kurang umur, tidak pasti bisa diterima karena berasal dari daerah, belum bisa membaca,.....
ada yang mengeluh bahkan mengumpat, kecewa sangatlah kecewa...dan sepanjang hari ini para orang tua yang anaknya "ditolak" itu akan berjuang menemukan sekolah yang sesuai keinginannya atau sekolah yang penting masuk saja....karena pendaftarannya hanya hari ini, serentak.

Saya yang saat ini masih asyik bermain dg anak2 setiap hari tersadar.....kita hidup di dunia kompetisi...
Bahkan untuk mendapatkan satu kursi untuk anak kita di sekolah negeri pun,,,,,,bayangkan kursi yang di jamannya lasykar pelangi diobral,,,,,duhai ironisnya dunia....

Sekolah Negri memang pilihan yang menentramkan dan menjanjikan bagi sebagian besar orang tua untuk pendidikan anaknya di negara ini. Kualitas yang terstandar dan biaya yang masih dapat dikejar, itulah alasannya.

Mungkin kita (dan semoga begitu) bisa menargetkan sekolah swasta yang qualified untuk pendidikan anak-anak kita nanti sehingga tidak perlu berebut kursi. Apa pun kita harus tetap selalu peduli terhadap pendidikan di negeri ini, jadilah hati-hati kita lembut untuk semua anak, siapa tau ada sedikit kesempatan buat kita untuk memberi seberkas sinar bagi kehidupan mereka, sekecil apa pun...

Atau mungkin ada sahabat yang berniat mendirikan sekolah, ajak-ajak saya ya.....


Temukan Inspirasi Yg Anda Suka:

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner